Aku Mencintaimu Tapi Tuhan Lebih Dulu Memanggilku Pulang
Bab 8: Kebenaran yang Menghancurkan
Rumah itu sederhana.
Pintu terbuka.
Seorang wanita tua menyambut.
“Ibu Nayara?”
“Kamu Raka?”
Aku terkejut.
“Iya…”
“Nayara sering cerita tentang kamu.”
Dadaku bergetar.
---
Aku masuk.
Dan di kamar itu…
Nayara terbaring.
Lemah.
Dengan alat medis di sekitarnya.
Dunia berhenti.
---
“Aku sakit sejak lama,” katanya pelan.
“Waktuku… tidak banyak.”
Kalimat itu…
menghancurkan segalanya.

Komentar
Posting Komentar