Aku Mencintaimu Tapi Tuhan Lebih Dulu Memanggilku Pulang




Bab 5: Saat Perasaan Diuji… dan Masa Lalu Mulai Kembali

Hidup tidak pernah benar-benar diam.

Saat kita mulai merasa tenang… biasanya itu pertanda, sesuatu sedang disiapkan.

Ponselku kembali bergetar.

Dimas.

Kali ini aku angkat.

“Ka, lo harus ketemu gue. Penting.”

Nada suaranya tidak biasa.

Aku mengerutkan dahi.

“Ada apa?”

“Datang aja ke kafe biasa. Sekarang.”


Aku datang.

Dan di sana… bukan hanya Dimas.

Ada seseorang yang sudah lama tidak kulihat.

Alika.

Masa laluku.

Perempuan yang dulu hampir menjadi masa depanku… sebelum semuanya hancur tanpa penjelasan yang jelas.

Dia berdiri.

Menatapku.

“Raka…”

Suaranya masih sama.

Dan anehnya… hatiku tidak lagi seperti dulu.


“Gue balik, Ka,” katanya pelan.

Aku diam.

“Dan gue mau kita mulai lagi.”

Kalimat itu…

yang dulu sangat ingin kudengar…

sekarang terasa… asing.

Aku menarik napas panjang.

“Kenapa sekarang?”

Dia menunduk.

“Aku salah waktu itu. Aku pergi… tanpa ngerti apa yang sebenarnya aku butuhkan.”

Aku tersenyum pahit.

“Kamu bukan satu-satunya yang begitu.”


Di luar, hujan mulai turun.

Dan di dalam dadaku…

aku sadar satu hal:

Aku sudah berubah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Tidak Sempat

Yang Tidak Pernah Pulang/Bab-2

Nyawa yang Menulis