Yang Tidak Penah Pulang/Bab-9

Bab 9 — Pergi
Hari itu, Nayara datang lebih tenang dari biasanya.

“Aku akan pergi,” katanya.

Tidak ada penjelasan panjang.
Tidak ada alasan yang rumit.

Hanya satu kalimat—
yang seolah sudah cukup untuk menjelaskan segalanya.

“Kapan?” tanyaku.

“Segera.”

Aku mengangguk.
Mencoba terlihat kuat.

“Baik,” ucapku.

Namun di dalam,
semuanya runtuh.

“Apa kamu akan kembali?” tanyaku pelan.

Nayara tersenyum tipis.

“Tidak semua yang pergi… ditakdirkan untuk kembali.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Tidak Sempat

Yang Tidak Pernah Pulang/Bab-2

Nyawa yang Menulis