Yang Tidak Pernah Pulang /Bab-12

Bab 12 — Pulang (Ending)
Malam itu, aku duduk di tempat yang sama.

Kopi di hadapanku masih hangat.
Namun kali ini, tidak ada yang aku tunggu.

Aku tersenyum kecil.

Bukan karena aku sudah melupakan.

Tapi karena aku sudah menerima.

Bahwa tidak semua yang kita cintai
ditakdirkan untuk bersama.

Sebagian hanya datang
untuk mengajarkan kita
bagaimana cara melepaskan.

Dan untuk pertama kalinya,
aku benar-benar mengerti—

yang tidak pernah pulang
bukan hanya Nayara.

Tapi juga
versi lama dari diriku.

Dan mungkin,
itu adalah kehilangan
yang paling perlu terjadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Tidak Sempat

Yang Tidak Pernah Pulang/Bab-2

Nyawa yang Menulis