Yang Tidak Pernah Pulang/Bab-6
Bab 6 — Pertanyaan yang Tidak Terjawab
Saat akhirnya Nayara kembali,
tidak ada yang benar-benar sama.
“Kamu lama menghilang,” kataku.
Ia tersenyum tipis.
“Aku tidak pernah bilang aku akan selalu ada.”
“Aku tahu,” jawabku pelan.
“Tapi aku tetap menunggu.”
Nayara menatapku.
“Kenapa?”
Aku terdiam.
Karena aku sendiri tidak tahu
sejak kapan menunggu menjadi kebiasaanku.
“Mungkin karena aku nyaman,” jawabku.
Ia menggeleng.
“Nyaman sering disalahartikan sebagai alasan untuk bertahan.”
“Dan itu salah?”
“Tidak,” katanya.
“Hanya saja… tidak selalu cukup.”
Komentar
Posting Komentar